Seputar Dry Box dan Dry Cabinet - MITRAKAMERA

Seputar Dry Box dan Dry Cabinet

4 bulan yang lalu

Beberapa kalangan fotografer amatir, dalam artian bahwa kegiatan foto bukan diperuntukan untuk mencari profit, biasanya kamera dan lensa lebih sering disimpan di kamar dibanding dipakai untuk kegiatan foto. Berbeda dengan kalangan fotografer profesional, yang biasanya unit kamera dan lensa lebih sering dipakai untuk kegiatan foto, di mana kegiatan itu menghasilkan profit, dan bisa dijadikan sumber pendapatan fotografer itu sendiri.

Nah, untuk kalangan amatir, yang mana kamera dan lensa biasanya lebih sering banyak disimpan dikamar, mereka menemukan permasalahan yang cukup mengganggu. Yaitu, JAMUR. Karena lebih sering disimpan inilah jamur biasanya lebih mudah muncul dan menyebar dengan cepat.

Indonesia termasuk negara yang mempunyai iklim trpois. Artinya suhu kelembaban cukup tinggi. Tepatnya di atas 70%. Belum lagi jika musim huja tiba, kelembaban tentu saja meningkat. Maka, menyimpan kamera dan lensa dalam waktu yang lama bisa memudahkan jamur muncul.

Pengaruh Kelembaban Tinggi
Kamera dan lensa yang terus menerus berada pada ruangan dengan kelembaban yang tinggi akan berakibat rusaknya komponen elektronis dan sensor kamera. Juga memudahkan jamur muncul dan berkembang pada optik lensa. Hal ini tentu akan mempengaruhi kerja kamera, seperti fokus yang meleset dan bintik titik pada hasil gambar karena bayangan jamur.

Jamur mudah dibersihkan jika posisinya berada di luar optik lensa. Beda halnya jika jamur ada di posisi di dalam lensa. Yang cara pembersihannya tentu saja perlu di bongkar terlebih dahulu. Yang tentu rumit bila harus dipasang sendiri setelah dibongkar. Maka dari itu biaya jasa membersihkan jamur pada lensa atau kamera dikenakan biaya yang lumayan menguras isi kantung. Di Mitrakamera sendiri biasanya dikenakan biaya antara Rp 350.000 sampai Rp 750.000 untuk satu unit kamera atau lensa yang berjamur.

Pengaruh Kelembaban Rendah/Kering
Selain kelembaban yang tinggi, ternyata kelembaban yang terlalu rendah atau kering juga tidak baik untuk kinerja kamera. Kamera dan lensa memiliki komponen mekanis yang bergerak. Pergerakan ini tidak boleh sampai seret atau tersendat karena pelumas yang ada pada komponen tersebut mengering.

Kelembaban Ideal
Lalu pada kondisi kelembaban berapa yang ideal untuk menyimpan kamera dan lensa? Yaitu di angka sekitar 40-50% RH (Relative Humidity, atau kelembaban relatif), adalah angka yang ideal dan aman untuk kamera menurut beberapa sumber. Juga biasanya terdapat info angka kelembaban yang disarankan di buku user manual kamera atau lensa. Sebagai contoh, angka operating humidity ideal untuk Canon 5D Mark II adalah 85% atau lebih rendah. Maka penyimpanan ideal adalah sekitar 35 sampai 45%.

Dengan adanya permasalahan tersebut, beberapa produsen pemyimpanan mulai bermunculan. Dan, memang sangat diperlukan untuk yang biasa menyimpan kamera dalam waktu yang cukup lama. Penyimpanan kamera ini dalam istilah pasaran fotografi dikenal dengan nama Dry Box atau Dry Cabinet. Ialah penyimpanan yang di desain untuk kedap udara.

Dry Box biasanya berukuran kecil dan hanya beberapa body kamera dan lensa saja. Biasanya bervolume sekitar 30-40 liter. Kebanyakan bermaterial plastik. Dry Cabinet biasanya berukuran besar, bersekat ke atas dan biasanya berbahan besi juga sudah elektrik. Volume Dry Cabinet berada di kisaran 60-200 liter.

Pada penyimpanan Dry Box, biasanya sudah pula disediakan electronic regenerate moisture absorber atau siliga gel elektrik. Yang mampu mengatur suhu ruangan di dalam dry cab tetap stabil. Indikator yang ditampikan berupa jarum analog dengan angka persentasi kelembaban dari angka 0-100%. Silica gel tersebut berfungsi menyerap udara lembab, biasanya jika sudah lembab, butiran silica nya berubah menjadi berwarna pink atau putih. Dan berwaran biru tua jika silica gel tersebut siap digunakan di dalam dry box.

Untuk Dry Cabinet yang mempunyai sistem kerja elektrik, indikator kelembaban biasanya sudah dalam bentuk angka digital. Ada beberapa juga yang masih menggunakan indikator analog. Dry Cabinet digital biasanya dapat diatur sesuai kelembaban yang diinginkan di dalam ruangan cabinet tersebut.

 

Untuk kamera dan lensa yang sering dibawa dan disimpan di dalam tas, untuk menghindari munculnya jamur, maka digunakan silica gel sachet-an yang bisa dibeli dengan harga cukup terjangkau.

 

Di Mitrakamera, penyimpanan yang cukup diminati untuk saat ini ada di Dry Cabinet dengan merk Ailite. Produk buatan China ini banyak dicari karena harganya yang bersahabat, tapi dengan spesifikasi yang cukup memuaskan. Dibandro di kisaran harga Rp 790.000,- untuk seri Ailite GP-20L, Rp 1.470.000,- di seri Ailite GP-36L, hingga Rp 4.130.000,- di seri Ailite GP-150L.

Jadi, Gan. Ada nasihat yang cukup menggelitik: “Kapan motretnya? Kok ribet banget nyimpannya”. :)))