Begini Cara Virus Corona Memberikan Dampak dalam Industri Fotografi - Mitrakamera
logo-image

Begini Cara Virus Corona Memberikan Dampak dalam Industri Fotografi

6 bulan yang lalu

Oleh. Christopher Lin

Virus Corona menyebarkan kekhawatiran dan mempengaruhi bisnis-bisnis di seluruh dunia, dari perusahaan besar hingga perusahaan dan toko-toko kecil. Pasar saham global jatuh, restoran melaporkan pelanggannya menjadi lebih sedikit, dan sektor perjalanan semakin terpukul. Tetapi bagaimana ini akan mempengaruhi industri fotografi?

Berikut adalah 4 cara COVID-19 memberikan dampak pada industri fotografi dan hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mengurangi dampaknya.

 

Banyak Fotografer yang akan Merasakan Penurunan Penghasilan

Ekonomi dunia berada di ambang resesi dan fotografer tidak lepas dari dampak keuangan. Fotografi di zaman modern lebih merupakan barang mewah daripada kebutuhan, dengan permintaannya yang naik dan turun sejalan dengan pendapatan klien. Ketika resesi muncul, kita harus mengantisipasi permintaan untuk layanan fotografi, secara umum, berkurang. Tentu saja, fotografer yang telah membangun merek yang kuat, dengan klien yang berulang dan permintaan tinggi mungkin merasa kurang berdampak. Tetapi kita harus, sebagai sebuah industri, bersiap untuk penurunan pendapatan sementara.

Fotografer olahraga akan merasakan dampak jadwal yang dibatalkan di tingkat profesional dan amatir. Fotografer pernikahan akan merasakan dampak pernikahan yang ditunda atau pernikahan dengan anggaran yang berkurang. Bahkan fotografer potret di dalam studio, seperti fotografer untuk foto wajah untuk keperluan-keperluan resmi dan fotografer untuk bayi yang baru lahir, dapat mulai merasakan penurunan bisnis ketika klien mereka mengurangi kontak manusiawi mereka, mengencangkan dompet mereka, dan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.

Hikmahnya adalah bahwa penurunan pendapatan harus berbalik ketika histeria mulai tenang dan ekonomi pulih. Selain itu, bisnis fotografi biasanya memiliki overhead rendah jika dibandingkan dengan bisnis kecil lainnya seperti toko ritel atau restoran, jadi jika pendapatan menurun, mereka dapat tetap fleksibel dengan mengurangi biaya.

 

Penjualan Kamera akan terlihat Paling Rendah dalam Sejarah

Bahkan sebelum Coronavirus, penjualan kamera menurun dari tahun ke tahun selama 4 tahun terakhir. Tetapi masalah rantai pasokan dan resesi ekonomi dapat memperburuk masalah ini, yang mengarah ke tahun yang buruk secara historis bagi industri.

Canon R5 yang sangat dinanti mungkin ditunda. Nikon D6 semakin tertunda. Dan pameran dagang dibatalkan. Bahkan ketika kamera itu tersedia untuk dibeli, banyak profesional dan amatir dapat memilih untuk menunda investasi dalam teknologi baru jika mereka mengantisipasi penurunan pendapatan dari tahun sebelumnya.

 

Fotografer Mulai Perlu Mengadopsi Kebiasaan Baru dalam Memotret

Saat dunia terbiasa menyapa dengan anggukan dan ketukan kaki daripada bersalaman dan pelukan, fotografer perlu beradaptasi juga. Pembersih tangan akan menjadi barang yang wajib dimiliki dalam tas kamera seorang fotografer. Keahlian non-kontak, hanya berpose verbal perlu dikembangkan untuk mengakomodasi klien yang lebih suka tidak ada kontak fisik. Secara umum, fotografer perlu memiliki kesadaran tinggi tentang apa yang mereka sentuh pada pemotretan, sering-seringlah beristirahat untuk mencuci tangan secara menyeluruh.

Walaupun ini semua tampak masuk akal, ketika kita para fotografer "berada di zona", berfokus pada detail, komposisi, pengaturan, dan momen, hal-hal ini tidak selalu ada di pikiran kita. Tetapi dalam keadaan kita saat ini, mau tidak mau menjadi sebuah keharusan.

 

Fotografer yang Cerdas Gunakan Peluang Ini untuk Berinvestasi dalam Bisnis Mereka

Kami akan mengakhiri dengan ini dengan beberapa saran. Jika Anda melihat penurunan dalam bisnis, Anda memiliki dua opsi. Anda dapat duduk di rumah dan terobsesi dengan pembaruan berita, pesta Netflix, dan buang waktu Anda dalam keadaan kecemasan yang konstan. Atau, Anda dapat berinvestasi dalam bisnis Anda sehingga dampak resesi saat ini dikurangi, dan bisnis Anda siap untuk sukses ketika ekonomi pulih. Jika Anda memilih yang terakhir, berikut adalah beberapa saran:

- Kerjakan SEO situs web Anda untuk meningkatkan peringkat pencarian Anda.

- Ikuti perkembangan pasca produksi atau desain album.

- Pelajari strategi pemasaran web baru seperti corong email dan program rujukan.

- Siapkan Iklan Facebook dan / atau Instagram.

- Update portofolio Anda untuk presentasi pekerjaan Anda yang lebih baik.

- Tingkatkan keterampilan Anda saat ini melalui kursus online.

- Meningkatkan riset yang mempercepat alur kerja Anda.

- Hilangkan langganan dan pengeluaran yang tidak perlu.

 

Kesimpulan

Tidak peduli bagaimana perasaan Anda tentang COVID-19, ada implikasi keuangan yang nyata. Apakah Anda dalam keadaan panik atau Anda yakin semuanya adalah hype yang didorong oleh media, Anda tidak dapat mengabaikan konsekuensi dari virus, dan dampaknya terhadap industri. Hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah tetap tenang, pintar dan bersiap untuk masa depan sehingga kita dapat terus berkembang dalam ekonomi apa pun.

 

Tentang Penulis :

Christopher Lin adalah Co-Founder of SLR Lounge and Lin and Jirsa Photography. Based in Southern California with a love of experiencing new foods, places, and cultures.

 

Sumber : https://www.slrlounge.com/coronavirus-will-impact-the-photography-industry/