Bagaimana Memilih Lensa Yang Tepat Sesuai Dengan Kebutuhanmu - Mitrakamera
logo-image

Bagaimana Memilih Lensa Yang Tepat Sesuai Dengan Kebutuhanmu

1 bulan yang lalu      Tips 'n Trick

oleh. MORRIS SCJOMIN

Kamu sudah membeli kamera DSLR atau Mirrorless. Selanjutnya bagaimana? Kamu pasti membutuhkan tambahan lensa, betul kan?

Menemukan lensa apa yang sesuai dengan kebutuhanmu yang spesifik bukanlah sesuatu hal yang mudal. Ada beberapa istilah dan spesifikasi yang perlu kamu ketahui, dan brand-brand lensa yang berbeda menggunakan istilah-istilah yang sangat berbeda untuk sesuatu hal yang fungsi dan spesifikasinya sama persis. Contohnya Canon dengan IS (Image Stabilizer) dan Nikon dengan VR (Vibrate Reduction).

Dibawah ini adalah review tentang fitur yang penting yang kamu bisa dapatkan dari sebuah lensa dan bagaimana brand yang berbeda menamakannya.

Sebagai catatan, beberapa spesifikasi mungkin sedikit dikurangi untuk membuat artikel ini lebih pendek dan enak dibaca

 

APERTURE

Maximum aperture atau bukaan maksimal ditulis di semua lensa. Ini menggambarkan seberapa banyak cahaya yang dapat masuk melalui lensa ke sensor dengan intensitas terbaik. Lebih banyak cahaya yang dapat masuk artinya kamu dapat terus memotret dengan baik di kondisi yang agak gelap tanpa hasil gambar yang buram atau blur karena getaran kamera. Aperture ditampilkan dengan besaran angka, seperti f/2.8 (atau sekali-sekali 1 :2.8). Angka aperture yang semakin kecil, maka cahaya yang masuk ke kamera semakin banyak. Secara teori, aperture terbaik ada di angka 1, tetapi prakteknya lensa yang paling terang menawarkan aperture  sekitar f/1.2. Kebanyakan konsumen sudah merasa cukup puas dengan aperture antara f/2.4 dan f/3.2. Umumnya, aperture yang angka nya makin besar, maka harga lensa nya semakin murah. Lensa-lensa tele biasanya punya angka aperture yang besar.

 

FOCAL LENGTH

Hal pertama yang perlu dipertimbangkan ketika memilih lensa baru adalah focal length. Focal length diberikan dalam satuan milimeters dan spesifik apakah lensa tersebut termasuk lensa wide atau tele.

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Lensa tele, secara natural membuat kamu semakin dekat dengan objek yang jauh. Lensa tele juga di anjurkan untuk foto portrait untuk menjaga proporsi gambar yang lebih baik dari lensa wide. Dengan lensa tele, sangat mudah mendapatkan background yang blur karena lensa tele mempunyai depth of field (DOF) yang lebih sempit dari lensa wide. Lensa tele biasanya secara fisik lebih besar dari lensa wide.

Lensa wide, sangat baik untuk fotografi alam ketika kamu ingin memotret landscape. Lensa wide juga bagus dalam pencahayaan dan depth of field (DOF), dan secara fisik biasanya lebih kecil dan lebih ringan dari lensa tele. Dari sisi negatif, lensa wide tidak ideal untuk memotret orang, setidaknya dalam konteks portrait. Lensa wide memberikan kesan jarak yang jauh antara apa yang dekat dan apa yang jauh, dan ini terlihat seperti seorang model dengan hidung yang lebih besar dan mata cekung. Kamu juga biasanya mendapatkan sesuatu yang bisa disebut distorsi dengan lensa wide - garis lurus yang mulai melengkung di sudut gambar

Di antara lensa wide dan lensa tele adalah lensa normal. Lensa ini memperlihatkan gambar disekeliling sama seperti mata kita melihat (dari segi jarak dan perbesaran). Lensa normal adalah 50mm. Lensa dengan focal length yang lebih kecil dari 50mm disebut lensa wide, dan yang lebih besar disebut lensa tele.

Di dalam kamera compact dengan zoom 3x, focal length biasanya dimulai dari 35mm ke 105mm. Hal ini sangat penting untuk diingat bahwa focal length terhubung dengan besarnya sensor kamera, yang memungkinkan untuk focal length lensa tersebut berubah sesuai dengan penggunaan kamera.

 

Lensa FIX atau ZOOM

Bagi kebanyakan orang, pilihan yang paling tepat adalah lensa zoom. Kamu bisa mendapatkan beberapa focal length dalam lensa yang sama dan kamu juga tidak perlu lensa yang banyak untuk memenuhi kebutuhan kamu. Lensa zoom selalu datang dengan dua focal length, contohnya 18-55mm, menandakan jangkauan zoom dari lensa tersebut. Kalau kamu ingin menterjemahkan ke bahasa kamera poket, kamu hanya tinggal membagi angka terbesar dengan angka terkecilnya, yang mana dalam contoh 18-55mm berarti lensa tersebut memberikan zoom sebesar 3x.

Sementara itu, lensa fix, mempunyai beberapa kelebihan. Lensa fix itu lebih kecil dan lebih ringan dan biasanya punya pencahayaan yang lebih baik dari lensa zoom. Juga lebih mudah untuk memperbaiki kasus lensa error pada lensa fix daripada lensa zoom.

Beberapa orang mempertimbangkan secara artistik untuk menggunakan lensa fix dan mempertimbangkan menggunakan lensa zoom untuk “curang”, dalam hal rasa yah (yang jauh terlihat dekat), tetapi ini terserah pada fotografer untuk memilih apa yang terbaik untuknya.

 

Akhirnya, berikut tentang penulis :

Morris Scjomin sudah menjadi fotografer professional lebih dari 10 tahun. Beliau mempunyai passion yang tinggi pada perkembangan lensa kamera.

 

Sumber : https://www.picturecorrect.com/tips/how-to-pick-the-right-camera-lens-to-fit-your-needs/



Artikel Terkait


Artikel terkait tidak ditemukan

Komentar Artikel "Bagaimana Memilih Lensa Yang Tepat Sesuai Dengan Kebutuhanmu"