Kategori


Artikel Terbaru


Artikel Terkait


Komentar

Artikel ini tidak memiliki komentar



Aerial Photography


by Philip Greenspun

Aerial photography adalah salah satu skill komersial yang penting. Real estate adalah porsi besar untuk perekonomian kita dan biasanya cara terbaik untuk menggambarkan nilai bangunan atau lahannya adalah dengan foto yang diambil dari helikopter atau pesawat udara.
Aerial photography adalah salah satu skill artistik yan penting. Banyak pola yang menarik di seluruh dunia yang hanya terlihat dari udara.
Hanya ada satu yang biasa dikerjakan Aerial photography : menyampaikan pengalaman ketika berada di udara. Ketika anda duduk di depan sebuah pesawat kecil atau helikopter, anda melihat pemandangan panorama langit terbuka. Anda melihat ke depan dan kesamping pada garis lurus mendatar 180 derajat. Anda melihat ke bawah dan lihat featur-featur menarik di atas daratan dan disekitar anda. Foto udara yang mengisolasi sebuah pusat perbelanjaan adalah sangat berguna untuk pengembang pusat perbelanjaan, tetapi tidak berarti anda harus mengingatkan sang pilot untuk terbang di atas pusat perbelanjaan tersebut.
Pesawat udara atau Helikopter ?
Pesawat udara mudah untuk dipinjam dari teman-teman atau rental dari sekolah penerbangan lokal, tetapi anda hampir selalu bekerja di sekitar sayap pesawat atau helikopter. Jurnalistik generasi tua mengatakan “jika gambar anda tidak cukup bagus, berarti anda tidak cukup dekat”; departemen penerbangan FAA
mengatakan bahwa “pesawat tidak dapat terbang lebih rendah dari 1000 kaki di atas daerah padat atau 500 kaki dari manusia, bangunan, dan kapal laut. Pesawat tidak dapat terbang perlahan. Pesawat khusus dengan 4 tempat duduk tidak aman untuk di operasikan dibawah 80 mph.
Jadi pesawat apa yang terbaik untuk misi fotografi ini? Secara tradisional, high-wing cessnas disukai karena kecepatan lambat dan jendela yang terbuka lebar. Cessna 177RG Cardinal mungkin yang paling bagus untuk jenis ini, karena sedikit kerangka penyangga sayapnya dan roda landingnya yang keluar. (anda dapat membelinya sekitar $80,000.)
Dengan sebuah helikopter, anda dapat terbang tanpa pintu. Sekarang anda akan sangat bebas menggunakan kamera sesuai keinginan anda dalam beberapa situasi. Sebuah helikopter dapat secara legal terbang di semua ketinggian, selama ada area terbuka dimana baling-baling helikopter dapat berputar dan tidak mengalami kegagalan mesin, tidak menciptakan kerusakan atau menyebabkan kecelakaan pada manusia dan property di permukaan tanah. Singkatnya, helikopter dapat terbang sangat rendah. Kecepatan efisien untuk sebuah helikopter biasanya sekitar 60 mph dan, jika diperlukan, mesin dapat di lambatkan untuk melayang atau bahkan terbang mundur di atas tanah.
Apakah Helikopter Tidak Aman?
Helikopter modern sangat reliable dan sangat kecil kemungkinan anda akan jatuh karena kegagalan
mesin. Rata-rata kecelakaan fatal dalam penerbangan helikopter adalah 1 berbanding 100.000 jam terbang, yang mana kebanyakan penyebab kecelakaan terkait dengan cuaca buruk atau pilot yang melakukan manuver berbahaya, seperti mendaratkan temannya di halaman dan tidak memperkirakan pepohonan atau tiang-tiang listrik di sekitarnya.
Jika anda bertujuan semata-mata hanya untuk mengambil gambar, tidak akan mungkin bahwa anda akan berangkat pada cuaca yang berbahaya; cuaca yang membuat penerbangan menjadi berbahaya akan sangat tidak mungkin untuk mengambil gambar. Anda terbang dan mendarat di airport, sebuah area besar dan terbuka. Jadi apa resiko utamanya? Helikopter adalah seuah fenomena yang dikenal dengan istilah “terbang tengan kekuatan putaran”. Jika helikopter diterbangkan ke udara “pertengahan” dan kemudian turun perlahan, hal itu pada akhirnya akan bergesekan dengan udara yang terganggu. Tenggelam ke dalam udara yang menenggelamkan mengakibatkan bahaya pada kecepatan rata-rata. Mintalah pada pilot anda untuk berputar di titik anda ingin mengambil gambar, bukan berputar di udara pertengahan. Jika anda harus meminta berputar di udara pertengahan, pastikan bahwa anda mengarah pada angin. Jika pilot anda masih belum banyak pengalaman, jangan meminta sesuatu yang berlebih. Pastikan yang anda harapkan.
Pilot helikopter duduk di kursi sebelah kanan. Anda mungkin akan duduk di sisi sebelah kiri. Apapun yang keluar dari kantung anda akan langsung mengarah pada rotor di ekor helikopter. Yang terbaik yang dapat anda harapkan dalam situasi ini adalah penyok yang mahal pada rotor ekor. Yang terburuk adalah rotor ekor mengalami kerusakan dan tidak bisa berputar, yang mana seorang pilot yang handal dapat menanganinya dengan masuk pada mode rotasi otomatis, tetapi betul-betul sangat penting untuk diingat untuk mengosongkan kantong anda dan meletakannya dibawah kursi. Jangan pernah memasukkan tau mengambilnya ketika rotor sedang berputar.
Dimana mendapatkan helikopter
Biasanya kota-kota besar mempunyai perusahaan penyewaan helikopter yang akan dengan senang hati membawa anda terbang dengan biaya $1000/jam dengan helikopter tenaga jet. Jika hal tersebut tidak cocok dengan bajet anda, carilah di sekolah penerbangan helikopter. Biasanya disini mengoperasikan Robinson R22 piston-engine dan helikopter R44. R22 dua tempat duduk adalah yang paling ekonomis, biasanya dengan biaya $225-275 per jam, termasuk pilotnya. Sangat sempit jika anda di R22; anda akan dapat menyikut sang pilot jika anda sedikit merebahkan diri untuk mengambil gambar foto tele. R22 juga tidak dapat dengan legal dioperasikan apabila bobot penumpang melebihi 400 lbs, termasuk pilot, penumpang, dan koper bawaan. Jika anda tidak cukup simple dan ramping, sebaiknya anda ambil R44, yang lebih stabil dan telah ditambahkan tempat duduk belakang yang nyaman untuk tempat asisten atau perlengkapan yang tidak anda gunakan. R44 biasanya di sewakan dengan harga $325-475 per jam berikut pilotnya.
Waktu di hari yang baik
Bertentangan dengan teori yang diajukan oleh beberapa ilmuwan, bumi sebenarnya cukup datar. Foto udara yang diambil dalam kondisi tengah hari ketika matahari tinggi terlihat sangat datar memang. Cara terbaik adalah untuk viterbang pada jam pertama atau terakhir pada hari itu, ketika sudut matahari akan menghasilkan bayangan yang memungkinkan customer foto anda untuk memahami bentuk bukit-bukit dan struktur dalam sebuah foto.
Film atau digital
Sewaktu pesawat mengitari objek, anda akan menangkap eksposure setiap satu atau dua detik. Dari setiap 10 sampai 50 gambar diambil, Anda akan memilih satu untuk disajikan atau ditampilkan. Ini adalah waktu yang tepat untuk menggunakan kamera digital dengan kartu memori terbesar yang Anda punya. Mengisi kartu memori dan memilah-milah hasil di lapangan.
Keuntungan lain dari digital adalah kemampuan pratinjau.
Jika Anda menggunakan kamera profesional gaya digital, atur format file ke "RAW" sehingga Anda dapat menyempurnakan exposurenya di komputer di rumah Anda. Ketika di udara, berkonsentrasilah untuk mendapatkan framing dan fokus yang tepat.
Vibration and Motion-blur
Gambar paling tajam adalah gambar yang diambil dengan tripod, menggunakan self timer, atau kabel shutter release untuk memastikan jari fotografer tidak mengguncang kamera. Lalu bagaimana mungkin untuk mendapatkan gambar yang tajam dari dalam pesawat yang bergerak dengan cepat yang secara terus menerus memberikan getaran dari mesinnya?
Faktor-faktor yang mempengaruhi blur sebagai berikut :
* Shutter speed; lebih cepat lebih baik
* ISO setting; semakin tinggi memungkinkan shutter speed lebih cepat daripada cahaya matahari
* Setting lensa wide/tele; jika anda zoom in dengan sudut pandang tele, anda tidak hanya memperbesar subjek tapi juga memperbesar pergerakannya
* Kecepatan pesawat; semakin lambat semakin baik
* Image stabilization lensa atau built in di kamera; nyalakan untuk mengurangi resiko blur
* Gyro mounts; ini adalah sesuatu yang dipakau profesional dan sangat penting untuk video
Langkah terbaik dan termudah untuk membekukan pergerakan adalah dengan menggunakan shutter speed yang cepat. Diantara 1/500 atau 1/750 per detik akan membekukan hampis seluruh blur dengan lensa sampai 100mm pada kamera full frame. Pada kamera digital SLR, set exposure mode ke “S” untuk “shutter priority” atau “Tv” untuk “prioritas waktu berharga”. Gunakan tombol utama untuk memilih “500, “640”, atau “750” secara default dan meter internal kamera akan menetukan aperture lensa yang tepat untuk exposure yang diberikan dari pencahayaan.
Jika waktu itu adalah hari yang cerah, adalah kondisi terbaik, dengan aperture f/5.6 gambar yang dihasilkan akan terlihat bagus. Bagaimana jika sudah menggunakan aperture f/2.8 dan hasil yang terlihat terlalu gelap? Ini mungkin pengambilan gambarnya sudah sangat sore dalam kondisi yang berawan dan lensa tidak tidak dapat membuka cukup lebar untuk menghasilkan cahaya yang cukup dengan shutter speed yang pendek. Anda dapat meningkatkan sensitivitas kamera terhadap cahaya dengan mengatur ISO, yang biasanya default sampai 100, lebih dari 400 atau 800. Kebanyakan kamera manual tidak cukup baik pada ISO yang tinggi, ini satu alasan mengapa orang membeli digital SLR. Semakin besar sensornya, semakin baik performa nya dalam pencahayaan yang kurang, yang akhirnya membuat Canon EOS 5D pantas untuk di sewakan jika anda mempunyai proyek mengejar gambar pada pagi hari atau sore menjelang malam.
Satu kelebihan menggunakan helikopter adalah terkadang anda ingin menggunakan lensa yang lebih panjang dari 100mm untuk mengisolasi landmark. Jika anda terbang tinggi menggunakan pesawat dan mengambil gambar bangunan biasa, anda akan membutuhkan lensa tele 200mm atau yang lebih panjang, yang akan membutuhkan shutter speed lebih tinggi untuk membekukan goncangan kamera.
Jika kamera atau lensa anda mempunyai image stabilizer, nyalakan. Ketika hal itu tidak cukup, seperti jika anda mengambil video, solusi standard nya adalah mounting kamera anda pada gyri stabilizer handheld.
Lensa yang tepat
Gunakan focal length kalkulator sebelum memasuki pesawat. Rencanakan untuk terbang 1000 kaki dalam
pesawat atau 300 kaki dalam helikopter. Jika proyeknya adalah mengambil gambar sebuah rumah sekitar 1/4 hektar dengan digital SLR dengan sensor yang kecil, lensa yang dibutuhkan adalah 225mm dari pesawat atau 70mm dari helikopter.
Untuk menangkap pengalaman terbang, focal length wide angle antara 16 dan 28mm (full frame) adalah yang paling berguna.
Contoh
Menampilkan mansion di malibu dikelilingi medan yang kasar dibutuhkan zoom sampai 21mm (Canon EOS 5D dan Canon EF 16-35mm f/2.8 II USM). ISO 100 dan 1/500 pada f/2.8 berputar rendah dan pelan dalam sebuah helikopter Robinson R22.
hilltop mansion in Malibu

Cahaya tengah hari yang membosankan dan lensa 35mm yang membosankan menghasilkan sebuah foto yang membosankan dari universitas California, Berkeley. (Canon EOS 5D dan Canon EF 24-70mm f/2.8L USM). ISO 200 dan 1/800 pada f/7.1.
University of California, Berkeley, aerial

Kota Chicago. Tengah hari yang sama membosankan dan 35mm, tapi dengan subjek dan angle yang lebih menarik. (Canon EOS 5D dan Canon EF 24-70mm f/2.8L USM). ISO 200 dan 1/1000 pada f/5.
Downtown Chicago and the river

Jika anda yang memiliki bangunannya, anda mungkin akan menikmati foto ini, diambil dengan 50mm (normal) focal length. (Canon EOS 5D dan Canon EF 24-70mm f/2.8L USM). ISO 200 dan 1/800 pada f/6.3.
building in downtown San Francisco

Zooming dari 40 sampai 105mm dengan Canon EF 24-105mm f.4 L IS USM), memungkinkan kita untuk melihat Stata Center, sebuah design dari Frank Gehry pada kampus MIT.

Cenderung gelap pada malam hari, sebuah situasi yang membutuhkan Canon EOS 5D dan Canon EF 50mm f/1.4 USM. ISO di tinggikan ke 800, aperture dibuka lebar sampai f/4, dan shutter speed 1/100 per detik.

Jangan lupa untuk melihat ke bawah… Lurus ke bawah
Sejalan dengan angle yang secara progresif semakin curam, foto akan semakin kurang konvensional…

Helikopter dapat dengan mudah miring ke sudut 60 derajat atau lebih. Tidak ada resiko sayap stall. Mintalah pilot anda untuk membuat “langkah berputar” dan lompatkan pandangan anda dengan cepat untuk mengarahkan kamera hingga ke bawah.

Di unduh dan diterjemahkan dari : http://photo.net/learn/aerial/primer

Kirim Komentar


*Nama:
*Email:
Url:
*Komentar:
*Berapa 5 + 13 ?
Isi dengan jawaban yg benar
: